Showing posts with label Coretanku. Show all posts
Showing posts with label Coretanku. Show all posts

Tuesday, 30 September 2014

Pilkada lewat DPRD = Pertanda Kematian Demokrasi?

Benarkah Pilkakada Lewat DPRD = Demokrasi Mati?!
pilkada lewat dprd
Yang benar, ini adalah pertanda kematian order penyedia jasa pencitraan, lembaga survey, panasbung, dan sebagainya.

Semoga, pilkada via DPRD membuat kasus korupsi berkurang. Sebab pilkada langsung telah memaksa masing2 calon untuk mendanai sendiri kampanye mereka. Ada yang sampai jual sawah, jual rumah, hutang sana sini. Jika terpilih, mereka akan berpikir gimana caranya agar balik modal. Jika tak terpilih, stress dan masuk rumah sakit jiwa bisa saja terjadi.

Memang, pilkada lewat DPRD punya banyak kelemehan. Namun pilkada langsung mengandung mudharat yang jauh lebih besar

By the way one the way bus way...
Bukankah sila ke-4 Pancasila justru mengisyaratkan demokrasi perwakilan?

Apakah kita lupa bahwa pilkada langsung sebenarnya BERTENTANGAN dengan Pancasila?

Mengapa pilkada lewat DPRD disebut sebagai "pertanda matinya demokrasi"? Emangnya unsur demokrasi itu itu cuma pilkada?

"Pilkada lewat DPRD itu merampas hak suara rakyat!"

Hehehe... siapa bilang! Yang benar adalah, hak suara kita diwakilkan kepada lembaga legislatif.

"Apakah Anda rela jika hak suaramu diwakilkan oleh para anggota DPR(D) yang tidak berkualitas itu?"

Ya, tentunya saya tidak rela. Namun ini bukan berarti pilkada langsung jauh lebih baik. Tugas kita bersama saat ini adalah mendorong agar kualitas lembaga legislatif kita lebih berkualitas.

Monday, 17 June 2013

Jangan Pandang Rendah Kami !!



Jangan Pandang Rendah Kami !!

===================================================================

Pendidikan nonformal keseteraan SMA/SMK Paket C merupakan pendidikan yang setara dengan sekolah menengah atas / kejuruan dengan program studi masing-masing dan kurikulum mengacu pada standar isi dan standar kompetensi lulusan. Siswa yang mengikuti  Pendidikan nonformal kesetaraan SMA/SMK Paket C dapat mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) yang diselenggarakan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Serta medapatkan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (SKHUNPK) dan Ijazah Paket C . 

===================================================================

# 2 Tahun yang lalu 

Tepatnya tahun 2011 saya menuntaskan pendidikan sekolah menengah pertama di salah satu sekolah yang berada didaerah saya. Mungkin bagi siswa yang lain sibuk mengurus berkas untuk mendaftar ke sekolah menengah atas atau pendidikan yang lebih tinggi, tapi tidak bagi saya. Saya malah kebingungan mau melanjutkan sekolah atau tidak, karena dari keluarga pun tidak ada yang mendukung saya, untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dikarenakan factor ekonomi. Namun saya tidak patah semangat untuk mencari info pendidikan yang setara dengan sekolah menengah atas agar saya bisa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, hingga saya menemukan tempat belajar yang sesuai dengan kebutuhan saya dan sangat ekonomis tanpa berbayar yaitu paket c setara sekolah menengah atas yang berada di pusat ibukota kabupaten. Saya pun mendaftar sebagai siswa baru. Seminggu setelah saya mendaftar, tibalah saya masuk kelas baru serasa asing dan canggung untuk melakukan suatu hal, mungkin baru pertama kali saya masuk dalam lingkungan itu. Berbeda dengan teman-teman saya waktu masuk sekolah menengah atas yang ada acara mos (masa orientasi siswa) serta kegiatan belajar mengajar yang menggunakan seragam sekolah. Mungkin ini perbedaan anatar pendidikan formal dengan nonformal, namun tidak ada rasa minder bagi saya untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di paket c setara sekolah menenggah atas tersebut. Saya belajar pun seperti biasa layaknya sekolah formal lainnya ada guru serta ada murid, guru-guru di paket c adalah guru-guru pns atau honorer yang ketika pagi mengajar di sekolah formla dan siang mengajar di kelas saya. Di tempat belajar saya hanya ada satu program stusi yaitu IPS (ilmu pengetahuan social) tidak ada IPA, bahasa, atau agama. Dari pertama masuk pun saya serta teman-teman yang mengikuti belajar mengajar ditempat tersebut yang dipelajari adalah materi IPS namun tidak ada sejarah, berbeda dengan formal. Saya dan teman-teman belajar hanya tiga kali dalam seminggu karena pelajaran yang ada cuma ada sembilan mata pelajaran ( Sembilan mata pelajaran waktu saya kelas sepuluh sekarang kelas sebelas cuma ada tujuh mata pelajaran itupun yang akan di UNPK kan saja, kata Kepala UPTD nya sih anggaran dari pusat untuk menggaji gurunya tidak ada, tapi ngga tau juga :/ ) itu perbedaan yang kedua antara pendidikan nonformal dan formal. 

# Seminggu lalu

Hari senin tanggal 10 juni adalah hari pertama mengerjakan soal Ujian Kenaikan Kelas. Bagi saya mengerjakan soal ukk di paket c lebih mudah dari pada waktu saya mengerjakan soal ukk di sekolah menengah pertama, mungkin karena guru pun mengerti tingkat kecerdasan siswa rendah sehingga membuat soal sedemikian mudahnya. Pelajaran pertama diawali dengan sosiologi, matematika dan bahasa Indonesia. Dan pelajaran selanjutnya ada geografi, ekonomi, bahasa Inggris dan Pendidikan Kewarganegaraan. Seminggu tidak full saya dan teman-teman mengrajakan soal UKK, sekarang saya tinggal menunggu laporan hasil belajar dan menunggu keputusan untuk naik ke kelas dua belas atau tidak. Tapi saya optimis bahwa saya naik kelas ke kelas dua belas. 

====================================================================

Mungkin orang-orang diluar sana memandang rendah kami yang sekolah di paket c dan tidak menghargai ijazah paket c. Kami tahu orang-orang diluar sana menyepelakan kami, bahkan ada yang meludahi kami. Orang berpendidikan yang mengaku kuliah dengan gelar dan title yang didapatkan merka tidak pernah menghari kami. Kami sekolah bukan kejar-kejaran yang anda pikirkan kami juga sekolah sama selama tiga tahun. Materi yang diajarkan pun sama seperti sekolah menengah atas lainnya namun kita hanya berbeda nama dan pengelompokan pendidikan. Mereka di kelompokkan dalam pendidikan formal kami nonformal namun secara hokum dan undang-undang hak kami dan mereka pun sama. 


# Uneg-uneg saya !!



Friday, 14 June 2013

Mimpi Anak Jalanan

Mimpi Anak Jalanan
Karya oleh : Alfian Glib Masief


Jika ada sebungkus nasi,
Mungkin ia akan memakannya
Jika ada sepotong roti,
Mungkin ia sudah bersusah payah
Jika ada seteguk air,
Mungkin ia sudah lepas dari dahaga
Jika tak ada semua,
Mungkin Tuhan  menyuruhnya tabah

Sarapannya adalah kelaparan
Makan siangnya adalah sengatan terik matahari
Makan makamnya adalah lelah
Cemilannya adalah syukur

Mereka hanya berfikir
Hari ini harus hidup
Besok harus hidup
Lusa harus hidup

Mereka terus berfikir
Hidup bukan tentang kenyang
Hidup bukan tentang kekayaan
Hidup bukan tentang segalanya

Tetapi hidup tentang kerendahatian
Hidup adalah tentang kepedulian
Hidup adalah tentang semangat
Hidup adalah tentang pantang menyerah

Polusi teman akrabnya
Gitar kecil tua menjadi sahabatnya
Alunan ukulele lapuk memeking
Berharap receh dari pedasi

Mimpi mereka satu, kebahagiaan
Dan itu mereka tunggu pada waktu yang tepat
Karna mereka matang berfikir
Tuhan begitu sangat adil

Kita yang mampu kenapa kita tak bersyukur ?
Sebab kita tidak mengalaminya
Mereka yang tak mampu kenapa bisa bahagia ?
Sebab mereka mensyukuri setiap nikmat-Nya ... 


Facebook : Glib Masif

Sunday, 31 March 2013

Ipank dan Ipunk


   Si cupu Ipunk dan si ganteng Ipank. Mereka adalah pemuda kembar yang tak pernah akur. Terlahir dari anak seorang Pengacara ternama di Jakarta. Ipank lahir 15menit setelah Ipunk. Ipank adalah mahasiswa di Universitas Indonesia di Jakarta, sementara Ipunk adalah mahasiswa di Universitas Padjajaran (UNPAD) di Bandung. Alasan mengapa mereka tak dikuliahkan satu kampus adalah karena Ipank tidak pernah mau dekat dengan Ipunk yang cupu dan norak. Bahkan sesekali ia menyesali kenapa bisa ia mempunyai saudara kembar yang seperti itu. Namun Ipunk yang baik hati tidak pernah merasa tersinggung dengan perlakuan Ipank yang kasar dan tidak pernah peduli dengannya, Ia tetap menyayangi Ipank sepenuh hatinya.
            
      Suatu pagi dikampus, Ipank melihat seorang gadis cantik sedang duduk sendirian dikantin. Rupanya ia adalah mahasiswi baru, Ipank pun langsung mendekatinya dan berkenalan dengannya. Namanya Melinda. Singkat cerita mereka berkencan disebuah cafĂ© romantis dan Ipank pun menyatakan cintanya pada gadis itu. Ya, malam itu mereka pun jadian.
            
    Seminggu sudah Ipank dan Melinda berpacaran. Ipank memang tersohor dikampusnya karena ketampanan dan kekayaannya namun tak sedikit orang yang menyukainya juga, karena dia sedikit angkuh. Ipank membawa Melinda kerumahnya untuk ia kenalkan dengan kedua orang tuanya. Melinda tidak mengetahui kalo Ipank mempunyai saudara kembar dan Ipank pun berpesan kepada orang tuanya untuk tidak menceritakan hal itu pada Melinda. Orang tua Ipank sangat heran, mengapa ia tidak pernah mau berubah. Dari dulu Ia tidak pernah mau mengakui saudara kembarnya sendiri. Ipank dan Ipunk memang selalu menjadi bahan pembeda oleh orang tuanya, itulah salah satu alasan juga mengapa Ipank sangat tidak menyukai Ipunk. Ipunk memang anak yang rajin dan penurut, ia belum pernah sekalipun dekat dengan wanita. Gayanya yang culun dan norak membuat para wanita tidak menyukainya. Karena faktor prestasi juga yang membuat mereka selalu dibedakan. Ipunk selalu bisa membanggakan orang tuanya karena berbagai macam prestasi yang ia raih, sementara tidak dengan Ipank. Hobinya hanya keluyuran tidak jelas, sering bolos dan selalu pulang malam.
            Sabtu sore Ipunk sampai di Jakarta, ia pulang ke Jakarta minimal seminggu sekalinya. Orang tuanya sangat gembira karena sekali lagi, Ipunk pulang dengan membawa suatu kebanggaan untuk orang tuanya. Berbeda dengan Ipank yang sangat tidak suka kalau Ipunk ada dirumah, ia pun keluar rumah dan tidak mau pulang sebelum Ipunk pergi dari rumahnya. Ipunk sangat sedih, ia mengira kalau saudara kembarnya itu sudah berubah tetapi ternyata tidak sama sekali. Akhirnya ia rela tidak tidur dirumah asalkan Ipank bisa kembali kerumahnya.
            Saturday night adalah saat yang paling ditunggu-tunggu bagi setiap kalangan pemuda-pemudi, begitu pun dengan Ipank. Ia sudah bersiap-bersiap untuk menjemput pacarnya. Namun semua itu tidak berlaku bagi Ipunk, justru satnit adalah malam yang tenang untuk membaca buku. Hmm memang kutu buku.
            “hey cupu! Ngapain lo bengong gitu? Pacar lo mana? Inikan malem minggu. Oh iya gue lupa lo kan gak pernah pacaran hahaha.” Ipank mengejek.
            Namun Ipunk hanya terdiam. Ia hanya cukup menikmati pedasnya omongan yang keluar dari saudara kembarnya itu sendiri.
            Melinda dan Ipank sudah satu bulan menjalin hubungan. Sore itu Melinda datang kerumah Ipank untuk menemuinya, namun Ipank sedang tidak ada dirumah. Akhirnya Melinda pun hanya berbincang-bincang sedikit dengan mama Ipank. Melinda melihat sebuah foto keluarga namun ia heran, mengapa dalam foto itu terdapat dua anak lelaki. Padahal setahu ia, Ipank adalah anak semata wayang. Melinda pun menanyakan hal tersebut pada mama Ipank dan mama Ipank pun keceplosan menjawab kalau ternyata Ipank memiliki saudara kembar.
            Melinda masih penasaran dengan saudara kembar Ipank, kenapa ia tidak pernah menceritakannya pada Melinda. Namun Ipank sangat jengkel dengan Melinda yang sangat ingin tahu itu. Ipank pun marah dan meninggalkan Melinda begitu saja. Ipank memang sedikit berubah pada Melinda, saat Melinda mencoba mendatangi Ipank kerumah pasti ia sedang tidak ada. Hubungan mereka pun akhir-akhir ini jadi semakin rumit. Mereka selalu saja bertengkar Cuma karena masalah yang sepele.
            Saat hendak keluar rumah, Melinda melihat mobil Ipank dan ia pun mengikutinya. Melinda curiga dengan Ipank, ia berkata kalau mobilnya sedang masuk bengkel tapi mengapa sekarang malah ia bawa pergi. Dan ternyata mobil Ipank berhenti disebuah cafĂ© romantis, turunlah Ipank dengan seorang wanita cantik yang tentu bukan Melinda. Sontak Melinda langsung menemui mereka yang duduk dimeja nomor 12 dan memesan jus jeruk kemudian mendaratlah jus segar itu dimuka Ipank. Melinda menyiramkan jus itu tanpa ancang-ancang, Ipank pun sangat terkejut mengapa Melinda bisa ada di cafĂ© itu juga. Dengan muka merah padam Ipank pun mengelap mukanya dan langsung menjelaskan apa yang sudah terjadi, namun Melinda memberikan bonus tamparan yang renyah dipipi Ipank dan ia langsung pergi dari cafĂ© itu. Malam itu ia tidak bisa berkata-kata, malu bukan main ia pada orang-orang dicafe itu terutama pada wanita yang ia ajak kencan. Melinda sangat kecewa, ia sangat sakit hati dengan Ipank dan saat itu juga Melinda telah membenci Ipank.

            Ipunk kembali pulang ke Jakarta, namun kali ini bukan untuk berlibur. Ia sedang ada uji coba praktek di pabrik obat ternama di Jakarta selama satu bulan. Ya karena memang Ipunk mengambil fakultas kefarmasian di kampusnya. Namun perjalanan menuju rumahnya terhambat karena ia melihat seorang wanita sedang membetulkan mobilnya yang mogok dipinggir jalan. Ya walaupun ia bukan ahlinya mesin, tapi sedikit-sedikit ia tahulah bagaimana caranya menjalankan mobil yang mogok. Ternyata eh ternyata wanita itu adalah Melinda. Ia kaget saat Ipunk menawarkan jasanya pada Melinda. ia mengira kalau Ipunk adalah Ipank. Setelah berhasil membetulkan mobil Melinda yang  mogok, Melinda pun berterima kasih pada Ipunk dan mengajak Ipunk makan disebuah Restauran sederhana dipersimpangan jalan. Melinda menanyakan tentang siapakah Ipunk sebenarnya dan apakah ia mengenal Ipank. ipunk pun menjawab semua pertanyaan Melinda, hingga Melinda merasa puas lalu mereka pun bertukar nomor Hp. Melinda sangat heran mengapa Ipunk sangat jauh berbeda dengan Ipank? namun Melinda tertarik dengan Ipunk yang asik diajak ngobrol, ya walaupun cupu abis sob!

            Ipank mencoba mendekati Melinda kembali, namun sayangnya Melinda sudah tidak mau mengenal Ipank lagi. Ia sudah terlalu sakit karena ulah Ipank sendiri. Akhir-akhir ini Melinda memang sedang dekat-dekatnya dengan Ipunk. Namun Ipank sama sekali tidak mengetahui kedekatan mereka. Melinda ingin sekali datang kerumah Ipunk untuk berbincang-bincang lagi dengannya. Melinda tertarik dengan Ipunk yang selalu mengajarkannya pelajaran yang baru Melinda ketahui, seperti tentang berbagai macam cara kerja obat. Maklumlah, Apoteker memang begitu. Ipunk selalu saja menolak keinginan Melinda. bagaimana tidak, Ipank dan Ipunk kan satu rumah kalau Melinda datang kerumah untuk menemui Ipunk, apa yang akan dikatakan Ipank? ia benar-benar tidak mau mengecewakan saudara kembarnya itu. Melinda yang bersikeras ingin datang kerumah Ipunk akhirnya terwujud juga. Malam itu tanpa persetujuan dari Ipunk Melinda datang menemuinya saat Ipunk sedang belajar. Namun bukan ia yang pertama menemui Melinda, melainkan Ipank. Ipank mengira kalau Melinda datang untuk menemuinya, namun ia salah. Melinda menyuruh Ipank memanggilkan Ipunk karena ia ingin mengobrol dengannya. Ipank sangat terkejut, darimana mereka bisa kenal. Melinda pun menjelaskan semuanya pada Ipank, Ipank sangat tidak terima akan hal itu ia merasa kalau Melinda sangat tidak pantas dekat dengan Ipunk yang cupu itu. Namun Melinda samasekali tidak menghiraukan Ipank. baginya Ipunk jauh lebih baik daripada Ipank karena ia selalu bisa membuat Melinda tidak Bad Mood.

            Ipank sangat marah pada Ipunk sampai-sampai mengusir Ipunk dari rumahnya. Ipunk pun tidak bisa berbuat apa-apa, ia memang bersalah. Akhirnya dengan berat hati ia harus pergi dari rumahnya itu. Kedua orang tua Ipank sangat kecewa dan marah terhadapnya, mereka tak habis pikir mengapa Ipank setega itu terhadap saudara kembarnya sendiri. Ipank pun kembali marah dan mengeluarkan semua unek-unek yang ada dalam hatinya selama ini.
            “Mama sama papa enggak pernah ngerasain apa yang aku rasain selama ini. Cuma anak cupu itu yang selalu kalian banggain. Apa kalian enggak pernah mikir kalo dia itu selalu saja merebut yang seharusnya jadi milik aku. Dan kalian bisa lihat sendiri kan sekarang? Jadi jangan salahkan aku kalo aku berani macem-mecem sama dia!” celetuk Ipank dengan penuh emosi.

            Melinda tidak pernah mengetahui kalau Ipunk sudah tidak tinggal dirumah lagi selama tiga hari ini. Dan saat ia ingin menemui Ipunk, Ipunk menolaknya. Ia ingin menjauhi Melinda daripada ia membuat sakit hati saudaranya sendiri. Disuatu siang saat Ipank bolos kuliah dan ia hendak pergi menuju cafĂ©, seperti roket yang melaju sangat kencang sekali, ia mengendarai motornya sampai ia pun hilang kendali dan menabrak sebuah Bus dari arah yang berlawanan. Ipank pun kritis karena kehilangan banyak darah. Orang tuanya sangat prihatin dengan keadaannya yang sekarang, dan ia pun memberitahu Ipunk atas kejadian ini. Ipank sangat membutuhkan banyak darah, dengan siap Ipunk rela mendonorkan darahnya untuk Ipank.

            Setelah dua hari akhirnya Ipank sadar juga, orangtua nya sangat bahagia. Mereka menyuruh Ipank untuk berterima kasih pada Ipunk yang sudah mendonorkan darahnya namun Ipank menolaknya. Bahkan ia berkata kalau ia tidak pernah mau ada darah Ipunk mengalir dalam tubuhnya, lebih baik dikembalikan saja darahnya, katanya. Ipank memang benar-benar dendam pada Ipunk semenjak kejadian itu. Hingga pada suatu sore Ipunk berniat menjenguk saudaranya, namun belum juga mengucapkan salam, Ipank sudah mengusir Ipunk mentah-mentah. Bagaimana tak hancur hatinya?.
Entah apa yang ada dipikiran Ipank, tiba-tiba ia menyuruh Ipunk datang padanya. Dengan senang hati Ipunk pun segera datang. Ternyata Ipank menginginkan sesuatu dari Ipunk.

            “Lo mau gue maafin enggak?” Tanya Ipank singkat.
            “Jelas mau banget”
            “kalo gitu lo harus nurutin satu kemauan gue.”
            “apa itu?”
            “gue mau kita tukeran. Lo jadi gue dan gue jadi lo.”
            “hah memangnya kenapa?”
            “Udah lo enggak usah banyakan bacot. Kalo lo enggak mau, mendingan gue mati ajah sekarang!”
            “iiya gue mau. Tapi jangan lama-lama nanti gimana dengan kuliah gue?.”
            “Gue cuma minta seminggu doang kok. Udah sana lo pergi!”
            Terpaksa Ipunk menuruti kemauan Ipank yang aneh itu, ia tidak mau kehilangan Ipank.

Akhirnya pertukaran pun dimulai. Hari pertama Ipunk masuk UI, berdandan persis seperti Ipank begitu juga dengan Ipank sebaliknya. Walaupun yang mereka lakukan ini gila, tapi sedikit berhasil juga. Ipunk heran mengapa saat ia berpapasan dengan Melinda, seperti orang yang tidak kenal saja. Ia lupa kalo sekarang ini ia sedang menjadi Ipank yang angkuh. Ipank pun sama, ia benar-benar tidak betah dan tidak mengerti apa-apa dengan materi yang diberikan dosen tentang kefarmasian. Ia juga tidak betah berdandan culun menggunakan kacamata hitam tebal dengan rambut lepek dibelah dua, baru sehari saja ia sudah muak. Kemana-mana mesti bawa buku, halah! Namun dibalik semua itu ia bisa dekat lagi Melinda, itulah yang sangat ia inginkan dari pertukaran ini.

            Ternyata belum sampe seminggu Ipank memutuskan untuk menyudahi saja pertukaran gila itu karena ia benar-benar bosan dengan gaya hidup Ipunk yang cupu. Ia dekat dengan Melinda pun tetap tidak bisa dinikmati, karena sangat  berbeda dengan ia saat dulu ia masih dekat dengan Melinda.
            “Mendingan kita udahan aja deh. Gue muak jadi lo!” kata Ipank.
            “Gue juga kepikiran terus sama materi kuliah gue.”
            “halah bodo amat! Gue nyesel udah ngelakuin hal sebodoh ini. Gue pikir kalo gue jadi lo gue bakalan bisa dapetin apa yang gue mau. Tapi ternyata enggak!”
            “Emangnya lo mau apa dari gue?” Tanya Ipunk.
            “lo masih nanya? Apa lo enggak nyadar selama ini lo selalu ngerebut kebahagiaan gue. Lo selalu dipuji-puji sama mama dan papa, lo selalu bisa bikin mereka selalu nurutin kemauan lo. Enggak kaya gue!”
            “Kalo lo ngomong kaya gitu lo salah pank, gue kaya gini karena kerja keras gue sendiri. Dan bikin mama papa bangga itu adalah salah satu cita-cita gue. Dan emangnya apa yang gue punya selama ini? Gue enggak punya mobil enggak kaya lo, gue juga belum pernah keliling dunia enggak kaya lo”.
            “itu sih lo nya ajah yang bego enggak pernah minta sama mereka! Satu lagi yang bikin gue enggak habis pikir sama lo. Tega banget lo ngerebut Melinda dari gue. Udah lo kasih mantra apa dia sampe mau sama lo dan  ninggalin gue gitu ajah hah?”
            “Mendingan lo Tanya sama Melinda. gue enggak pengen nyakitin hati saudara kembar gue sendiri. Kalo lo pengen dapetin semua yang lo mau, lo harus berubah dulu. Gue siap bantu lo berubah.” Tegas Ipunk.
            Setelah mereka berdebat, besoknya mereka kembali seperti semula. Ipank Nampak murung dikampusnya, tidak seperti biasanya yang selalu saja mencari gara-gara dengan temannya sendiri. Rupanya ia kepikiran dengan omongannya Ipunk. Akhirnya dia pun menemui Ipunk di Bandung, Ia berminat untuk berubah. Ipunk pun sangat gembira mendengarnya. Ipunk mulai berusaha merubah sikap Ipank yang nakal, ia juga membuat Ipank jadi anak yang rajin dikampusnya. Namun sungguh butuh perjuangan yang keras untuk dapat merubah pribadi Ipank menjadi lebih baik. Ipank mulai tidak betah, ia hampir meyerah namun dengan sabar Ipunk terus memotivasinya hingga akhirnya Ipank pun dapat berubah.
             Ipank mulai tersentuh hatinya, sekarang ia sudah menjadi pribadi yang baik justru karena orang yang sangat ia benci. Ternyata menjadi orang yang baik tidaklah mudah, ia juga bisa merasakan balasan kebaikan dari orang lain tidak seperti dulu. Ipank mulai memikirkan bagaimana caranya ia berterima kasih pada Ipunk, Ia juga mecoba mengikhlaskan Melinda untuk Ipunk karena mungkin ia belum bisa berjodoh dengan Melinda. akhirnya ia menemui Melinda, tapi bukan untuk mengajaknya kencan melainkan untuk mengajaknya melaksanakan suatu rencana. Ia pun menceritakan semuanya pada Melinda, termasuk tentang dirinya yang kini telah berubah. Melinda senang mendengarnya dan dia pun menyetujui ajakan rencana Ipank.
            Rencana pertama dimulai, Melinda mengajak Ipunk kesebuah salon, namun bukan Melinda yang akan menyalon melainkan Ipunk. Melinda akan merubah style Ipunk menjadi keren dan tidak culun lagi, namun sangat sulit membujuk Ipunk. Ia tidak mau style nya dirubah. Tapi akhirnya Melinda berhasil membujuk Ipunk, ia pun berubah menjadi Cool sekarang. Melinda sangat terpana melihat Ipunk yang sekarang, bahkan ia terlihat lebih tampan dari Ipank. masuk ke rencana yang kedua, Melinda dan Ipunk kencan disebuah cafĂ© romantis.  Setelah setengah jam mereka berbincang-bincang, datanglah Ipank mengahampiri mereka. Jelas Ipunk sangat terkejut, ia mengira kalau Ipank akan memarahinya karena ia telah berani-berani nya kencan dengan Melinda. Ipunk pun hendak menjelaskan semuanya, namun Ipank langsung mencegahnya.

            “Gue bisa jelasin ke lo Pank, ini enggak seperti yang lo liat.” Ipunk berusaha menjelaskan.
“Sudahlah, kalian tidak usah saling menutupi perasaan masing-masing, gue tahu kalo kalian sebenernya saling cinta tapi semua itu terhalang karena kehadiran gue.” Jelas Ipank.
Ipunk dan Melinda saling melirik. “Maksud lo ngomong gitu apa Pank? Gue enggak ngerti.”
“Iya Pank gue juga.” Sambung Melinda.
“Ipunk, gue dateng kesini mau berterima kasih sama lo, karena lo sekarang gue bisa jadi seperti ini. Mama papa bangga ngeliat gue berubah, dan gue seneng, baru kali ini gue ngebanggain mereka. Maafin gue juga kalo selama ini gue kejam sama lo, dulu gue belum ngerti gunanya punya saudara kembar tuh apa.” Jelas Ipank santai.
“Gue seneng kalo lo seneng Pank. Gue enggak pernah nilai lo kejam, jadi lo enggak perlu minta maaf ke gue. Udah tugas gue selalu ngebantuin lo Pank.” Jawab Ipunk haru.
“Melinda, gue ikhlas kalo sekarang lo pacaran sama Ipunk. Dia juah lebih baik dari gue. Plis gue mohon kalian jangan kecewain gue. Ini permintaan terakhir gue, gue ingin lihat kalian bahagia, jadi satukanlah cinta kalian.”
“Pank, gue bener-bener enggak nyangka lo bisa ngelakuin ini ke kita. Jadi sebenernya rencana kita tuh tujuannya untuk ini? Tanya Melinda.
“Iya Mel, pokoknya gue bakalan sedih banget kalo kalian enggak nurutin permintaan gue. Atau gue bakalan nyiramin jus jeruk ini ke muka gue sendiri biar gue enggak malu.” Paksa Ipank sembari memegang jus yang ada diatas meja.
“Eeeh jangan!” serempak Ipunk dan Melinda mencegahnya.
Ipank pun tertawa. “Kalian tuh memang bejodoh ya.”

Mereka bertiga pun akhirnya tertawa bahagia. Ipank dan Ipunk yang dulunya tidak pernah akur itu sekarang menjadi benar-benar dekat, Melinda dan Ipunk pun menjadi sepasang kekasih ya walaupun Ipunk tidak pernah pacaran sebelumnya tapi sekarang ia sudah berbeda. Ipunk sudah berbandan keren tak kalah kerennya dengan penyanyi barat Justin Bieber.



                                                SELESAI ~


Karya    : Ulqi 




Monday, 18 March 2013

INDRA KE-6


  Chika adalah seorang mahasiswi berusia 19 tahun di Universitas Indonesia Jakarta. Dia sangat tersohor karena kecantikannya, ya walaupun sedikit angkuh tapi tak menjadi penghalang bagi para cowo-cowo kece untuk mendapatkan cintanya.

            Indra Pratama mahasiswa satu fakultas dengan chika, ia termasuk tipe cowo setia dan rela berkorban demi orang yang dicintainya. Ya, chika lah orang yang sangat dicintainya dengan segala ketulusan dalam hatinya. Sudah berbulan-bulan mereka selalu bersama-sama, merajut cinta kasih bersama hingga pada suatu hari, pasangan yang cukup serasi tapi beda derajat ini ditimpa masalah dalam hubungannya dikarenakan Chika yang anak pengusaha kaya dan terkenal sementara Indra hanya anak dari seorang PNS selalu menjadi bahan pembeda saat mereka bertengkar. Chika selalu membanggakan kecantikan dan kekayaan kedua orang tua nya tetapi Indra sangat tidak menyukai kesombongan Chika itu, Chika pun menganggap Indra sebagai cowo rendahan karena tidak ada yang bisa dia banggakan, tidak seperti Chika.

            Singkat cerita, Chika yang sudah terlalu bosan dengan hubungannya dengan Indra yang selalu bertengkar itu akhirnya Chika menjauhi Indra dan mulai mendekati cowo lain. Dia sudah muak dengan cowonya yang selalu tidak bisa sepadan dengan dia, dia tidak mau dipermalukan didepan teman-temannya karena mempunyai pacar yang tidak sederajat. Pada awalnya Chika memang tidak mempermasalahkan tentang derajat Indra, namun seiring berjalannya waktu dia pun berpikir kalo dia punya wajah secantik itu jangankan Indra, cowo manapun seganteng dan sekaya apapun pasti bisa ia dapatkan dengan mudah.

            Seminggu berlalu, Indra sangat merindukan Chika. Ia sudah tidak bisa dihubungi lagi bahkan ketika Indra mencoba untuk menemui Chika dirumahnya, tak ada seorangpun yang membukakan pintunya. Akhirnya Indra bertemu dengan Chika dikampus saat jam istirahat, dan Indrapun berusaha menanyakan kenapa ia bisa menghilang darinya begitu saja. Chika pun tanpa basa-basi langsung menjelaskan alasan mengapa ia meninggalkan Indra. Ya, sekali lagi karena Indra dan Chika tidak sederajat !

            Remuklah hati dan perasaan Indra saat itu, rasanya ia sudah tidak mempunyai harapan lagi pada Chika. Namun Indra bukanlah cowo yang gampang putus asa, dia tetap berusaha medekati Chika, membujuk ia agar mau kembali padanya. Namun sayang di sayang, sekarang Chika sudah berbeda dia seperti sudah tidak mengenal Indra lagi, Chika sekarang sudah bahagia bersama pacar barunya yang tentu jauh lebih kaya dan sederajat dengannya. Berulang kali Indra mendekati Chika dan tanpa rasa bosan Chika pun tetap menolaknya mentah-mentah. Orang yang ia sayangi dan cintai dulu sekarang sudah bagaikan sampah dimatanya sendiri, ia sudah begitu menyia-nyiakan pria yang sangat tulus mencintainya yang selalu memberikan ia semangat dan motivasi tanpa rasa bosan.

            Pada suatu hari disaat Indra sedang berjalan menuju rumahnya, tiba-tiba datanglah seorang pemuda tampan menghajarnya tanpa ampun. Indra pun heran siapakah gerangan pria itu? Dan ternyata ia adalah Rico pacarnya Chika. Rico mengancam Indra untuk berhenti mendekati Chika, ia berjanji jika Indra masih berusaha mendekati Chika maka hidupnya akan hancur dibuatnya. Rupanya pemuda itu benar-benar serius dengan omongannya, dan mulai saat itu Indra berjanji pada dirinya sendri bahwa dia akan melakukan apapun untuk siapapun yang telah menyakiti hatinya. Datanglah Indra pada seorang dukun terkenal, ia meminta agar Chika tidak pernah merasa bahagia berhubungan dengan cowo manapun agar ia bisa merasakan bagaimana sakit perasaannya ketika ia diinjak-injak oleh orang yang sangat ia cintai. Dan berhasil lah Indra, dukun itu menyanggupi dengan enteng apa yang ia inginkan.

            Benar saja, Chika dan Rico kini sedang ditimpa masalah besar yang membuat guncang hubungannya hingga mereka putus seketika. Chika sangat sedih ia begitu menyayangi Rico sepenuh hatinya, namun apa daya kini Rico telah pergi bersama cewe lain dihadapan mata Chika. Teman-teman Chika yang prihatin dengannya mencoba menasehati Chika agar ia bisa Move-On dan mencari cowo lain supaya dia bisa dengan mudah melupakan Rico. Namun ternyata sangat tidak semudah yang Chika bayangkan, setiap kali ia menjalin hubungan pasti dia selalu tersakiti. Dia diselingkuhi, dihianati, tidak dianggap, dan sebagainya lah ! Chika yang memiliki paras cantik ini sekarang menjadi lemah, dia tidak seperti dulu yang dengan gampang mendapatkan dan mempermainkan cowo dia yang mau. Berkali-kali Chika mencoba untuk menjalin hubungan dengan seseorang namun tetap saja dia selalu tersakiti.

            Setelah berpikir keras Chika mencoba mengutarakan suatu rencana yang ada dipikirannya pada teman-temannya. Namun teman-temannya menertawakan rencana Chika yang menurut mereka sangat kuno. Chika berpikir untuk mendatangi seorang dukun dan menanyakan mengapa ia bisa menjadi seperti ini, teman-teman Chika menyangkal rencana itu, dijaman yang serba modern seperti sekarang ini apa masih bisa dipercaya hasil dari kerja seorang dukun, pikir mereka. Tapi Chika tetap pada pendiriannya, keesokan harinya Chika mendatangi seorang dukun dan meminta agar dia bisa kembali seperti semula, yakni bisa menjalin hubungan tanpa merasa tersakiti lagi seperti sekarang.
            “Saya adalah seorang dukun yang handal, jadi kamu tidak perlu khawatir apapun yang kamu inginkan mbah akan berusaha mewujudkannya” ujar sang dukun.
            “Lalu mbah, apa jalan keluar dari masalah yang saya ceritakan tadi? Apa yang harus saya lakukan agar saya tidak sial lagi setiap kali berpacaran?” Tanya Chika.
            “Tenang saja. Mbah ingin tau siapa nama pacar pertama kamu?”
            “Emm Indra mbah, Indra Pratama” Jawab Chika.
            “Apa dia mencintaimu dengan tulus? Lalu mengapa kalian putus?”
            “Iiiya mbah dia sangat tulus mencintai saya, dan kita putus karena saya sudah bosan dengan dia. Dia terlalu sederhana buat saya mbah. Memangnya kenapa mbah menanyakan Indra seperti itu? Apa ada hubungannya dengan dia mbah?” kata Chika gugup.
            “Oh tidak tidak, mbah Cuma ingin tahu saja. Baiklah Chika, kalo kamu memang benar ingin seperti dulu lagi, mbah sarankan kamu untuk mencari pria yang bernama Indra untuk kamu jadikan pacar. Sampai kamu menemukan Indra ke-6. Indra yang pertama sudah berpisah dengan kamu, jadi sekarang kamu tinggal mencari Indra yang kedua, tiga dan sampai yang ke enam itu. Mbah jamin setelah kamu menemukan Indra sampai ke Indra yang ke-6 itu, kamu tidak akan sial lagi seperti sekarang. Dengan catatan apapun dan bagaimanapun dia kamu harus tetap tulus mencintainya dengan sepenuh hatimu”. Jelas mbah dukun.
Lalu pulanglah Chika dengan perasaan bingung campur senang karena ia telah menemukan jalan keluar dari masalahnya itu. Tapi ia sangat heran, kenapa mesti Indra? Apa ini pembalasan Indra pada Chika yang sudah menyakiti perasaannya. Namun Chika tak peduli dengan apapun itu yang penting sekarang dia sudah bisa menemukan jalan keluarnya dan ia tak sabar untuk segera mencobanya besok.

            Ia menceritakan semuanya pada teman-temannya dikampus dengan harapan mereka mau membantu Chika mencarikan cowo yang bernama Indra untuk ia jadikan pacar. Tentu sangat tidak mudah mencari cowo yang bernama Indra yang sesuai dengan kriteria yang Chika harapkan, namun ia tak mau menyerah begitu saja, hingga pada akhirnya ia dapat menemukan cowo yang bernama Indra, yah tepatnya Indra Prasetyo. Indra yang kedua ini berasal dari keluarga kaya, ia adalah anak dari seorang Direktur dari perusahaan ternama di Jakarta. Mereka pun berkenalan dan mulai timbul rasa saling suka. Dua minggu berlalu, Chika dan Indra yang kedua ini kini telah menjalin hubungan. Mereka telah menjadi sepasang kekasih yang bahagia. Namun disuatu malam saat Chika hendak mendatangi rumah Indra untuk mengajaknya makan malam bersama, Chika sangat shock melihat Indra sedang bermesraan dengan cewe lain didalam rumahnya. Chika sangat kecewa, rupanya diam-diam Indra telah menghianati Chika. Selama ini Indra memang dikenal sebagai cowo playboy yang mempunyai banyak sekali cewe simpanan. Indra mencoba untuk menjelaskan semua itu pada Chika, namun Chika bersi keras untuk tidak mau mendengarkan apapun lagi dari Indra.

            Malam itu adalah malam yang sangat menyakitkan buat Chika, disaat dia telah benar menyayangi orang yang baru dia kenal dengan susah payah tapi sekarang dia malah dihianati. Keesokan harinya dikampus, ia menceritakan apa yang telah terjadi antara ia dengan Indra tadi malam pada teman-temannya. Teman-teman Chika pun sangat menyayangkan akan hal tersebut dan mereka mencoba meyakinkan Chika bahwa masih banyak Indra-Indra lain diluar sana. Dengan penuh penyesalan Chika pun berusaha melupakan Indra kedua itu, membuang begitu saja rasa sayangnya yang tulus dan dalam itu. Akhirnya Chika berusaha mencari kembali cowo yang bernama Indra. Setelah hampir sebulan lamanya Chika belum juga menemukan Indra yang ketiga itu. Ia coba mencari melalui berbagai situs di internet seperti Facebook, Twitter, WeChat dan sebagainya dengan harapan ia bisa segera menemukan cowo yang bernama Indra.

            Sore itu disebuah CafĂ©, Santi teman dekat Chika datang membawa kabar baik untuknya. Santi ingin mengenalkan teman Chat nya yang bernama Indra kepada Chika. Dengan perasaan yang teramat senang, Chika langsung saja memulai Chatnya dengan Indra yang ketiga itu. Hingga singkat cerita, Chika dan cowo yang bernama Indra Prayoga itu bertemu disebuah Rumah Makan didekat rumah Chika. Saking asiknya mengobrol, mereka sampai lupa waktu. Chika sangat senang sekali berkenalan dengan Indra ketiga ini walaupun dia hanya anak seorang Guru, namun Indra yang ketiga ini rupanya telah mencuri hati Chika dengan cepat. Tanpa banyak keraguan, dua hari setelah mereka berjumpa Chika mengutarakan isi hatinya pada Indra yang ketiga ini. Hingga telah delapan minggu lamanya mereka berpacaran.

            Cowo tampan berbadan kekar ini berjanji hendak menjemput Chika dikampus, namun entah apa yang terjadi ia tak kunjung datang sampai Chika telah menunggunya selama dua jam. Akhirnya Chika pun nekat pulang sendirian kerumah, ditengah jalan ia melihat ada kerumunan polisi didepan
sebuah rumah kecil. Ia pikir itu hanyalah kecelakaan biasa. Namun tebakannya meleset setelah ia melihat ada Indra diantara kerumunan itu dan Chika pun langsung datang melihatnya. Sungguh tidak sangka-sangka Indra yang berbadan kekar itu ternyata adalah seorang homosexual ! dan kerumunan itu bukanlah kecelakaan, melainkan kerumunan penggerebekan yang dilakukan polisi ditempat para guy itu berhubungan.

            Malu, marah, kesal bukan main Chika saat itu. Indra yang begitu tampan ternyata adalah seorang Homosexual. Tapi kenapa ia bisa jatuh cinta dengan Chika? Ia pun langsung menemui Santi dan menceritakan semuanya, santi pun sangat tidak menyangka dengan semua ini. Seorang Indra ternyata Homosexual? Malu lah Santi yang sudah mengenalkan Chika dengan cowo guy itu. Namun Chika samasekali tidak mempermasalahkannya. Ia hanya heran saja mengapa homosexual bisa juga menyukai wanita, pikirnya. Tapi Santi menyarankan untuk tidak terlalu menghiraukan hal itu dan Chika pun kembali menyesali perasaannya. Terulang kembali rasa sakitnya itu.

            Indra yang ketiga itu rupanya telah memberikan Chika pelajaran untuk jangan sembarangan memilih cowo. Hingga ia pun sekarang lebih was-was dalam berjuang mencari Indra yang keempat. Kali ini ia berjumpa dengan Indra Siswono cowo keturunan Jawa yang  lahir dikota Jogjakarta. Tampangnya sangat pas-pasan dengan kulit hampir hitam, tinggi kurus dan katrok. Ah parah !
Asal Indra saja yang penting dia cowo tulen pikirnya, Chika pun mendatangi kediaman Indra dan ia dikenalkan denga kedua orang tua Indra. Apa tidak terlalu jauh pikir Chika? Baru saja bertemu kok langsung dikenalkan saja. Dikampus, Chika ditertawakan oleh teman-temannya karena dia mau saja pacaran sama orang katrok kaya Indra Siswono itu. Namun ia juga terlanjur berjanji kalau ia sudah menemukan Indra, apapun dan bagaimanapun ia harus tetap mencintainya dengan tulus. Chika bingung dengan semua ini, apakah ia harus melanjutkan hubungannya dengan Indra atau cukup sampai disini saja? Karena Chika sudah terlalu malu dengan teman-temannya. Setiap kali Chika mengajak Indra nge-date bareng, ada saja hal yang membuat Chika jadi ilang feeling dibuatnya. Tapi lagi-lagi ia ingat akan janjinya dulu. Tetap tulus mencintai apapun bagaimanapun Indra !

            Tiga minggu berlalu begitu lama bagi Chika, ia sudah tidak tahan lagi dengan sikap katrok nya Indra. Ia ingin putus saja dengan Indra tapi apa alasannya?
Malam itu Indra menelpon Chika, ia ingin bertemu dengan Chika di Rumah Makan milik Pakde nya. Sebenarnya Chika sangat malas menemuinya, namun janji tetap janji ! Chika pun menemui Indra jam delapan malam, alangkah kagetnya Chika saat ia melihat Indra sedang duduk berdempetan dengan wanita lain. Indra pun menjelaskan mengapa ia ingin bertemu dengan Chika dan mengapa juga ia membawa wanita asing itu. Ternyata Indra ingin mengenalkan calon tunangannya pada Chika, Indra ingin menyudahi hubungnnya dengan Chika. Indra tahu kalau selama ini Chika tidaklah tulus mencintai Indra. Senang bukan main Chika malam itu, ia tidak perlu memikirkan cara untuk memutuskan Indra dan berarti ia tidak perlu lagi berhubungan dengan si katrok Indra itu.

            “Dua langkah lagi menuju kebahagiaan.” Kata Chika dalam buku Diary nya.
Chika kembali memulai aksinya mencari Indra yang kelima. Dia baru ingat kalau dia punya teman lama yang bernama Indra. Yah Indra syahputra ! ia adalah teman Chika sewaktu SD. Chika pun berusaha mencari tahu alamat Indra yang kelima ini, dan akhirnya melalui situs Facebook Chika
pun berhasil menemukan alamat Indra. Chika pun memulai Chat nya dengan Indra dan merekapun memutuskan untuk bertemu disebuah taman kota jam tujuh malam. Setelah lama berbincang-bincang, bernostalgia tentang masa merah putihnya dulu, mereka pun tak sadar kalau jam sudah menunjukkan pukul 23.30 WIB. Indra pun mengantarkan Chika pulang kerumah. Seminggu sudah masa PDKT nya dengan dengan Indra kelima itu akhirnya jatuh juga mereka kedalam jurang cinta. Chika berharap semoga Indra yang kelima ini bisa menjadi Indra yang ke enam juga karena rasanya Chika sudah terlalu mencintai cowo manis berkulit putih ini.

            Waktu yang begitu cepat untuk pasangan kekasih yang penuh cinta ini. 5 minggu sudah mereka menjalin hubungan. Chika mulai menemukan keganjilan-keganjilan pada diri Indra. Lewat Facebook, Chika melihat album foto   Indra, dia heran mengapa banyak sekali foto-foto bayi laki-laki yang mirip dengan Indra? Padahal ia sangat tahu kalau Indra adalah anak terakhir dari dua bersaudara. Chika berusaha menanyakan siapa bayi itu pada Indra, namaun Indra selalu saja marah jika Chika menanyakan hal itu. Akhirnya Chika memutuskan untuk mencari tahu sendiri, ia mendatangi rumah Indra dan menanyakan pada tetangga tentang bagaimana Indra dirumah. Shock berat Chika ketika ia tahu kalau ternyata bayi yang ada dalam fotonya itu adalah anaknya sendiri dengan wanita lain. Ia menikah muda karena si wanita itu hamil diluar nikah. Langsung saja Chika menemui Indra dirumahnya dan menamparnya didepan istri dan anaknya lalu Chika pergi meninggalkan Indra begitu saja dengan tangis yang tak kunjung hentinya sampai dirumah. Chika kembali menyesali perasaannya itu, kenapa bisa ia menjalin hubungan dengan orang yang sudah mempunyai anak dan istri?.

            Chika hampir putus asa dengan semua perjuangannya ynag selalu berujung sakit itu. Ia berniat tak mau lagi meneruskan mencari Indra yang ke enam. Biarlah ia sial terus, mungkin sudah takdirnya. Namun teman-teman Chika kembali menasehatinya untuk jangan putus asa begitu saja, tinggal selangkah lagi perjuangannya. Akhirnya berkat bujukan temannya, Chika pun melanjutkan pencariannya menemukan Indra yang ke enam. Chika memutuskan untuk pergi ke Bandung, ia ingin mennangkan pikirannya sejenak.

            Tak disangka saat Chika sedang berjalan dikebun teh, ia bertemu dengan pemuda tampan sederhana sedang memetik teh. Pemuda tampan itupun heran melihat Chika yang daritadi melihatnya dengan penuh kekaguman. Setelah Chika memberanaikan diri bertanya-tanya dan berbincang-bincang dengan pemuda itu, akhirnya Chika pun diajak pemuda itu kerumahnya yang sangat sederhana. Disana Chika dikenalkan dengan kedua orang tua pemuda itu, Chika pun sangat terkejut ketika ia menyadari bahwa nama pemuda itu adalah Indra Lesmana. Indra sagat baik dengan Chika, ia begitu menghormati Chika. Sampai Chika tak ingin lagi pulang ke Jakarta. Seminggu Chika bersama Indra disana, ia jadi semakin dekat sekarang. Kemana-mana mereka selalu berdua dan Chika menyadari kalau sebenarnya dia menyukai Indra, begitupun sebaliknya. Sekarang Chika jadi sering berkunjung ke Bandung, rasanya ia lebih betah di Bandung daripada di Jakarta. Chika memutuskan untuk mengenalkan Indra pada orangtua nya, namun orangtua Indra tidak menyetujuinya. Mereka sadar, orang miskin seperti mereka tidak mungkin bisa berjodoh dengan orang kaya seperti Chika.
Indra memang terlahir dari keluarga miskin, kedua orangtua nya hanya buruh petik teh. Mulai saat itu, orangtua Indra melarang Indra untuk dekat lagi dengan Chika. Chika sangat sedih, ia begitu mencintai Indra. Mana mungkin Indra melanggar perintah orangtua nya, ia adalah anak yang sangat penurut. Berkali-kali Chika mendatangi Indra, namun orangtua Indra tetap tidak mau anaknya dekat dengan Chika. Hingga Chika mendengar berita yang sangat menyayat hatinya, bahwa Indr akan bertunangan minggu depan dengan gadis cantik bernama euis yang tentunya sederajat dengan Indra.patah hati Chika mengetahui semua itu, ia benar-benar putus asa. Saat ia telah menemukan Indra yang ke enam tapi sayang dia bukanlah kebahagiaan yang Chika cari selama ini. Ia berjanji tidak akan datang lagi ke Bandung untuk menemui Indra. Namaun tiba-tiba Euis si gadis cantik calon tunangan Indra menemui Chika.
            “teh Chika mau kemana?” Tanya Euis.
            “Eh Euis, aku mau pulang ke Jakarta is.”
            “Teteh engga mau ketemu lagi sama akang Indra?” Tanya Euis lagi.
            “Ah buat apa is, lagian aku engga enakan sama kamu. Kamu kan calon tunangannya Indra.”
            “Sebenernya Euis teh kesini mau ngomong sesuatu sama teteh.”
            “Ngomongin apa? Kamu mau nyuruh aku buat dateng ke acara tunanganmu minggu depan? Tenang saja aku pasti dateng kok buat kamu is”
            “Bukan atuh teh, justru Euis teh mau bilang ke teh Chika kalo Euis engga mau tunangan sama kang Indra. Tapi jangan bilang siapa-siapa yah?”.
            “Lho kenapa? Bukannya kalian saling mencintai?” Chika heran.
            “Bukan kita tapi Euis teh. Semenjak kang Indra kenal sama teteh, Euis lihat ada yang beda dari kang Indra. Apalagi semenjak kang Indra jauh sama teh Chika.”
            “Kamu ini ngomong apa sih? Engga usah macam-macam ah, kalo kamu sayang sama kang Indra, kamu engga boleh mengecewakan dia.”
            “tapi semenjak kang Indra jauh sama teteh kang Indra teh jadi sering murung atuh. Teteh engga tau ya kalo kang Indra tuh sering mikirin teh Chika.”
            “Euis maafin aku yah.”
            “Kita ini korban perjodohan. Dulu Euis engga sayang sama kang Indra tapi Euis terus mencobanya sampai Euis bisa, tapi kang Indra engga pernah sayang sama Euis. Euis bisa lihat semua itu dari matanya kang Indra. Jadi Euis mohon sama teh Chika, tolong jagain kang Indra buat Euis. Minggu depan teteh harus dateng kesini lagi, temuin kang Indra.” Euis pun pergi sambil menangis.
Seminggupun Berlalu..
            Saat semua persiapan pertunangan telah tersedia, semua tamu undangan telah datang terkecuali Chika. Euis sangat khawatir kalau Chika tak jadi datang. Ia tak mau memulai acaranya jika Chika belum hadir.
Euis sangat sedih karena Chika tak juga datang, orangtua Euis dan Indra memaksa untuk tetap memulai acaranya. Tidak ada seorangpun yang mengetahui rencana Euis dan Chika ini, bahkan Indra sekalipun.
Setelah acara sampai dipuncaknya, tiba-tiba Chika datang dan menghentikan semuanya. Euis sangat senang ternyata Chika datang untuk menepati janjinya, namun alangkah terkejutnya Indra melihat Chika berdandan tidak seperti biasanya, ia sangat cantik. Euis langsung berlari menghampiri Chika yang berdiri di barisan paling belakang. Euis menarik Chika dan meyerahkan cincin pertunangannya pada Chika untuk dipakaikan di jari manis Indra. Semua tamu undangan terpana heran, terutama dengan kedua orangtua Euis dan Indra. Mereka tak menyangka akan menjadi seperti ini, mereka bingung apa yang telah terjadi pada Euis sehingga ia rela meyerahkan cincin tunangannya pada Chika. Kemudian Euis menjelaskan semua yang terjadi padanya bahwa Euis tidak bisa meneruskan pertunangannya dengan Indra karena Indra tidak pernah menyukai Euis, tapi Indra hanya menyukai Chika. Dengan tangis dan perasaan yang begitu patah Euis menjelaskan kalau ia ikhlas jika Chika harus bertunangan dengan Indra. Euis pun bersujud dibawah kaki kedua orangtua nya, meminta maaf atas semuanya. Euis hanya tidak mau ada paksaan dalam hubungannya, lalu Indra membangunkan Euis dari sujudnya dan berterima kasih pada Euis karena ia begitu pengertian dengan Indra. Orangtua Indra dan Euis pun tidak bisa melakukan apa-apa, bagaimanapun juga mereka terlanjur membuka semuanya didepan para tamu undangan.

            Akhirnya pertunangan yang semula untuk Euis dan Indra sekarang berubah menjadi pertunangan antara Chika dan Indra. Setelah pertunangannya selesai, Euis pun membuka rahasianya yang selama ini ia tutup-tutupi dari kedua orangtua nya. Ia menceritakan semuanya didepan Indra, Chika dan orangtuanya kalau ternyata selama ini ia telah mencintai seorang pria sederhana yang selalu mencintainya tanpa paksaan dan ketulusan yang teramat dalam. Namun ia takut jika orangtua nya mengetahui tentang hubungannya dengan pria itu karena semula orangtua nya sudah ingin menjodohkannya dengan Indra. Pria itupun rela berpisah demi kebahagiaan Euis namun dengan satu syarat, yaitu jika sampai pada pesta pertunangannya dengan Indra Euis masih belum bisa mencintai Indra dengan seluruh jiwa raganya, maka ia harus menghentikan pertunangan itu dan ia harus mencari pria itu. Tanpa basa-basi orangtua Euis pun menyuruh anaknya untuk segera pergi ke Jakarta dan mencari pria itu, dan Euis berjanji akan segera membawanya ke kedua orangtua nya.

            Sekarang Chika dan Indra telah resmi bertunangan, orangtua Indra sudah tidak mempermaslahkan derajat mereka lagi karena orangtua Chika pun setuju asalkan mereka bahagia. Cinta Chika dan Indra sangat besar melebihi apapun, sampai mereka telah merencanakan pesta pernikahannya yang akan dilaksanakan di Jakarta bulan depan.

            17 Maret 2013, pesta pernikahan yang Chika dan Indra tunggu-tunggu akhirnya tiba juga. Mereka dan semua tamu undangan telah bersiap untuk memulai upacara pernikahannya. Teman-teman Chika sangat bahagia karena akhirnya Chika telah mewujudkan impiannya menemukan Indra ke-6 sebagai cinta sejatinya. Bisa dikata kalau dunia ini memang sempit, tak pernah terlintas dibenak Chika kalau pada pesta pernikahannya itu Indra Pratama memunculkan batang hidungnya. Namun, ternyata ia tak datang sendirian, melainkan bersama Euis. Yah, pria yang Euis ceritakan itu ternyata adalah Indra yang dulu pernah tersakiti karena perbuatan Chika. Euis pun tak menyangka jika Chika dan Indra pernah mengenal sebelumnya, namun ia tidak menceritakan kalau pernah ada cinta diantara mereka.

          Sekarang Chika dan Indra telah menjadi sepasang kekasih yang terikat janji suci dipelaminan, Chika sangat bahagia karena ia telah menemukan Indra ke-6 yang akan membawanya kedalam suatu cinta yang abadi. Euis dan Indra pun sekarang telah berbahagia, mereka akan segera merencanakan pesta pertunangannya minggu depan. Cinta yang tulus tentu akan dibalas dengan ketulusan kembali. Dan semuanya sangat adil dalam cinta.

~
SELESAI

Karya       : Ulqi