Showing posts with label Indramayuku. Show all posts
Showing posts with label Indramayuku. Show all posts

Monday, 29 September 2014

Suku Dayak Losarang Indramayu

Dayak Losarang (Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu)


Segerembolan orang yang megatasnamakan dirinya “Dayak Losarang” . Sebuah unsur kekayaan dan keunikan dari masyarakat Indramayu, tetapi banyak juga yang tidak sepemahaman (kontra).

Bahwasannya Dayak Losarang itu adalah segerombolan komunitas yang cara berkepribadiannya bertentangan dengan norma agama islam, karena dayak losarang itu bukan warisan asli leluhurnya (budaya).
Asal mulanya tedengar di penduduk Indramayu kurang lebih pada 10 tahun yang lalu. Mereka tinggal ditanah Indramayu dan menetap di desa Krimun kecamatan Losarang. Anggotanya sendiri sudah mencapai 400 jiwa dari suku jawa dari desa Krimun kecamatan Losarang itu sendiri.

Kegiatan mereka pada pagi hari yaitu berjemur atau dekenal dengan tradisi “pepe” sambil menikmati udara pagi dan terik matahari.Tradisi “pepe” atau berjemur yang merupakan salah satu ajaran dari Paheran Takmad Diningrat Gusti Alam atau Ki Takmad yang tak lain adalah pemimpin sekaligus pendiri kelompok Dayak Losarang.Suku Dayak Losarang juga memiliki ritual-ritual khas mereka sendiri, seperti berjemur diterik matahari atau pepe merupakan salah satu dari empat ritual yang biasa dilakukan sehari-hari, yaitu kungkum (berendam) yang dilakukan pada siang hari disaat sinar matahari sedang terik, berlangsung mulai jam 9 hingga tengah hari, kungkum berendam didalam air sampai sebatas leher. Melantunkan kidung serta pujian alam, dan Mender yaitu menceritakan pewayangan.

Suku dayak ini tidak menyantap telur atau makanan yang berasal dari hewan, mereka adalah vegetarian. Biasanya mata pencaharian suku dayak di losarang ini kebanyakan seorang petani atau buruh, untuk masalah teknologi mereka sudah dikatan modern karena para petaninya sudah mengguniakan tarktor untuk kebutuhan disawah. Tetapi dalam masalah ahal pendidikan mereka sangatlah kurang, bahkan mereka tidak mengenal pendidikan. Dan untuk hal umumnya suku Dayak Losarang tidak mengikat agama tetapi menganut kepercayaan animisme,tidak terkait dengan partai politik dan organisasi kemasyarakatan.
Walaupun nama dan penampilannya mirip dayak tetapi mereka sama sekali tidak memiliki hubungan dengan suku dayak di Kalimantan. Dan budaya dari suku Daya Losarang ini termasuk dalam Asimilasi sruktural yaitu proses masuknya kebudayaan dari suatu kelompok etnik kedalam kebudayaan etnik lain melalui kelompok.

Sumber : kompasianadotcom


Sunday, 28 September 2014

Jadwal Kegiatan Menyambut Hari Jadi Kabupaten Indramayu ke-487

Berikut adalah jadwal kegiatan menyambut hari jadi Kabupaten Indramayu ke-487

kota indramayu hut


Agenda Pokok:
  • Pencucian benda pusaka. Tanggal 20 - 25 September 2014 di rumah H. Dasuki.
  • Kunjungan sosial bupati. Tanggal 3 Oktober 2014. Lokasi panti jompo di Kec Balongan.
  • Pameran benda pusaka. Tanggal 28 September - 3 Oktober 2014 di alun-alun Indramayu
  • Pekan busana batik dermayon. Tanggal 1 - 3 Oktober 2014.
  • Peresmian proyek pembangunan. Tanggal 3 Oktober 2014. Lokasi jembatan Kec. Bongas
  • Kirab pusaka lintas kecamatan. Tanggal 6 Oktober 2014 berkeliling ke 31 kecamatan.
  • Ziarah ke makam Raden Bagus Arya Wiralodra. Tanggal 6 Oktober 2014 di komplek makam Raden Arya Wiralodra.
  • Kirab tunggul dan pataka (diikuti bupati, wakil bupati, muspida, SKPD). Tanggal 7 Oktober 2014 dari pendopo ke gedung DPRD.
  • Rapat paripurna istimewa. Tanggal 7 Oktober 2014 di gedung DPRD.
  • Pameran pembangunan. Tanggal 7 - 17 Oktober 2014 di halaman GOR Singalodra.
  • Kirab budaya dan pawai pembangunan. Tanggal 7 Oktober 2014 di Jl. Jend Sudirman dan pendopo.

Perlombaan:
  • Lomba kreasi poster kampanye (peserta pelajar, mahasiswa dan umum) 29 September - 6 Oktober 2014 di sekretariat KNPI.
  • Sepeda santai, sehat dan balap kriterium tanggal 20 September 2014 di depan gedung juang
  • Lomba kicau burung. Tanggal 21 September 2014 di sport centre.
  • Lomba tembang dermayon (masyarakat umum) tanggal 1 - 2 Oktober 2014 di gedung panti budaya.
  • Lomba marching band (SD, MI, SMP, MTs, SMA, SMK, MA) tanggal 1 - 3 Oktober 2014 di alun-alun Indramayu.
  • MTQ antar kepala SKPD dan camat. Tanggal 2 Oktober 2014 di pendopo.
  • Lomba panggung budaya (siswa SMP, MTs, SMA, SMK, MA). Tanggal 28 September - 3 Oktober 2014 di alun-alun Indramayu.
  • Lomba olah raga tradisional (antar pegawai). Tanggal 30 September 2014 di alun-alun Indramayu.
  • Lomba patung tematik. Tanggal 1 - 4 Oktober 2014 di DKI/Dinas Cipta Karya.
  • Lomba desain batik dermayon. Tanggal 1 - 4 Oktober 2014 di DKI dan Disperindag.
  • Lomba nyanyi lagu dermayon antar SKPD dan pimpinan BUMN/BUMD. Tanggal 3 Oktober 2014 di pendopo.
  • Lomba balap pechun (perahu tradisonal). Tanggal 7 Oktober 2014 di waduk Bojongsari.
  • Lomba futsal (SLTA dan PT Kesehatan se-wilayah III Cirebon). Tanggal 8 - 11 Oktober 2014 di GOR Singalodra.

Festival:
  • Pekan kreativitas pelajar (hasil karya siswa TK, SD, SMP, MTs, SMA, SMK dan MA). Tanggal 29 September - 3 Oktober 2014 di alun-alun.
  • Festival kuliner khas dermayon. Tanggal 29 September - 3 Oktober 2014 di Jl. RA Kartini.
  • Kartini art/pasar seni. Tanggal 29 September - 3 Oktober 2014 di DKI dan Jl. RA. Kartini.
  • Festival "Aku Nyi Endang Dharma" dan "Aku Arya Wiralodra". Tanggal 3 - 4 Oktober 2014 di gedung PGRI Indramayu.
  • Hiburan rakyat. Tanggal 11 Oktober 2014 di pertigaan Singaraja, pasar mambo, Karangsong, lapangan krapyak, simpang lima, tanggul kali Cimanuk, terminal Indramayu

Lulusan Terbaik Wisuda ke XXVIII Universitas Wiralodra



Mahasiswa Lulusan Terbaik Wisuda ke XXVIII Universitas Wiralodra 

universitas indonesia, pts indonesia


Pada Wisuda ke XXVIII Universitas Wiralodra (Unwir) Indramayu yang masih berlangsung di Aula Nyi Endang Darma Ayu, Sabtu (27/9), ditetapkan 13 mahasiswa lulusan terbaik tahun akademik 2013/2014.

Keputusan Rektor Unwir Indramayu Nomor 561/SK/R.W/IX/2014 tanggal 22 September 2014 tentang Penetapan Lulusan Terbaik Tiap Prodi Tahun Akademik 2013/2014 yaitu :

1.    Nasihah, S.KM prodi Kesehatan Masyarakat (FKM) IPK 3,53
2.    Nita Sandari Oktavi P., ST prodi Teknik Sipil (FT) IPK 3,33
3.    Safrudin, SP prodi Agribisnis prodi (FP) IPK 3,30
4.    Erna Triani, SE prodi Manajemen (FE) IPK 3,49
5.    Kusniati, S.IP prodi Ilmu Pemerintahan (FISIP) IPK 3,69
6.    Husni Mubarok, S.Kom.I prodi Bimbingan Konseling Islam (FAI) IPK  3,72
7.    Dayu Setianugraha, SH prodi Ilmu Hukum (FH) IPK
8.    Uni Qurota Aeni, S.Pd prodi pend Matematika (FKIP) IPK 3,56
9.    Sunirah, S.Pd prodi pend Biologi (FKIP) IPK 3,84
10. Erni Herningsih, M.M.Pd prodi Manajemen Pend (Fak Prog Pasca Sarj) IPK 3,82
11. Nurhayati, S.Pd.I prodi Pend Agama Islam (FAI) IPK 3,63
12. Anisa Solihah, S.Pd prodi Pend Bah dan Sastra Indonesia (FKIP) IPK 3,63
13. Wawan Setiawan, S.Pd prodi Pend Bah Inggris (FKIP) IPK 3,72 

Penetapan lulusan terbaik, didasarkan kriteria Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi, lamanya studi, dedikasi dan loyalitas terhadap lembaga dan pertimbangan lain.

Sumber: http://bit.ly/1Cwg6Uh

 

Saturday, 27 September 2014

"Bisa Dewek" Kisah Perjuangan Petani Pemulia Tanaman di Indramayu

Kisah Perjuangan Petani Pemulia Tanaman di Indramayu


Suatu perubahan signifikan tengah dialami para petani padi di Indramayu. Kini, mereka tidak hanya menjadi pembeli benih yang diproduksi pemerintah, tetapi juga menjadi produsen benih, hasil persilangan benih-benih padi yang dilakukannya sendiri. “Bisa Dèwèk” atau “Mampu Melakukan Sendiri”, itulah yang menjadi judul film etnografi yang diproduksi bersama dengan antropolog-antropolog muda Indonesia sebagai media untuk memperoleh pengakuan pemerintah atas ketrampilan mereka menjadi pemulia tanaman. Bagian pertama buku ini menyajikan kisah kolaborasi petani dengan para antropolog serta fenomena yang terwujud seputar kerja sama itu. Bagian kedua memaparkan hasil penelitian etnografi para antropolog dalam mengulas fenomena perubahan pengetahuan dan ketrampilan petani sebagai “pemulia tanaman” dalam berbagai dimensi. Film etnografi Bisa Dèwèk serta film kedua yang mengisahkan perjuangan petani dan hasilnya: Ngerogrog Wité, Murag Uwohè (Menggoyang-goyang Batang Pohon, Rontoklah Buahnya) melengkapi narasi para penulis buku ini.

 


“Kami menyambut gembira buku ini yang merupakan salah satu hasil penelitian Yunita Winarto sebagai Academy Professor Indonesia. Academy Professorship Indonesia merupakan program kerja sama ilmiah Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) dan Royal Netherlands Academy of Arts and Sciences (KNAW) yang memiliki tujuan utama meningkatkan daya penelitian dasar di Indonesia. Dalam penelitiannya, Yunita Winarto menerapkan pendekatan inovatif dan lintas disiplin yang berdasarkan team work. Baik dalam tulisan maupun film etnografinya kita menyaksikan interaksi dan kerja sama antara petani pemulia, ilmuwan, dan penguasa. Kita menjadi saksi usahanya dalam memahami kompleksitas kehidupan petani. 

Seharusnya, petanilah yang menjadi titik tolak untuk menyukseskan program penanaman padi jangka panjang yang berdasarkan pengetahuan lokal dan khas Indonesia.” Roger Tol, Direktur KITLV-Jakarta dan Sekretaris Program Academy Professorship Indonesia. “Buku ini merupakan gambaran konkrit peranan antropologi dalam kajian pembangunan masyarakat Indonesia. Metode partisipasi observasi yang khas antropologi dalam kajian masyarakat perdesaan, ditambah dengan etnografi visual yang mendukungnya, sangat tepat diterapkan untuk mengaji dan membangun kemandirian petani dalam meningkatkan kesejahteraan
hidupnya. Menjadi petani pemulia tanaman adalah salah satu contohnya.”

Bambang Shergi Laksmono
Guru Besar Kesejahteraan Sosial dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial-Ilmu Politik
Universitas Indonesia

Sumber  : Pojokbukudotcom



Friday, 26 September 2014

Arti Lambang Kabupaten Indramayu

Arti Lambang Indramayu

Makna Lambang Daerah
1. Perisai, sebagai senjata perang dengan latar belakang warna biru melambangkan rasa aman, ulet dan penuh kesungguhan dalammmembangun daerah.
2. Tulisan “Darma Ayu” berasal dari nama Nyi Endang Darma yang ayu yaitu orang kedua pendiri Indramayu, jadi nama Indramayu berasal dari Darma Ayu. Warna merah pada tulisan “Darma Ayu” dengan latar belakang warna putih melambangkan Nyi Endang Darma adalah wanita yang berani dalam membela kesucian dan kebenaran.
3. Tali yang mengikat melingkar bulatan dan ujungnya melambangkan hubungan yang erat antara pemerintah dan masyarakat.
4. Ditengah-tengah perisai ada bulatan yang melambangkan tekad persatuan dan kesatuan dari segenap lapisan.
5. Warna hijau pada bulan melambangakan kesuburan daerah yang memberikan kemakmuran penduduk.
6. Pada bulatan terdapat gambar - gambar :
a. Cakra adalah senjata peninggalan Raden Aria Wiralodra pendiri Indramayu yang melambangkan kewibawaan dan kesentosaan.
b. Bintang bersudut lima berwarna kuning emas
- Bintang melambangkan ketuhanan yang Maha Esa
- Bersudut lima melambangkan falsafah negara
- Warna kuning emas melambangkan kedaulatan.
c. Padi, mangga, perahu, laut dan sungai cimanuk melambangkan sumber kehidupan rakyat Indramayu.
d. Garis gelombang sungai cimanuk berjumlah 7 (tujuh) melambangkan tanggal lahir Indramayu.
e. Garis gelombang laut berjumlah 10 (sepuluh) melambangkan bulan kelahiran Indramayu.
f. Biji padi setiap sisi berjumlah 15 (limabelas) dibawah dan 27 (dua puluh tujuh) diatas, melambangkan tahun kelahiran Indramayu yaitu 1527.
g. Selendang warna kuning emas pusaka Nyi Endang Darma, malambangkan pemerintahaan daerah yang berwibawa dan demokratis yang senantiasa membela kepentinagan rakyat daerah dan negara.
h. Tulisan “Mulih Harja” merupakan motto juang rakyat Indramayu yang di petik dari prasasti Aria Wiralodra dan tulisan ditengah selendang dengan warna hitam yang berarti suatu saat nanti Indramayu akan kembali makmur.



Thursday, 25 September 2014

Indramayu Bakal Punya Perguruan Tinggi Negeri

Perguruan Tinggi Negeri di Kabupaten Indramayu

Ptn indonesia, pendidikan vokasi
Entah rencana penegerian Politeknik Indramayu itu kapan, baru sekarang proses penegerian itu akan terwujud tinggal satu langkah lagi Indramayu mempunyai perguruan tinggi negeri (PTN). Pada hari Jumat tanggal 19/09/2014 Bupati Indramayu telah menandatangi nota kesepahaman dengan Sekjen Kemdikbud. 

Aset yang diserahkan Pemda ke Kemendikbud berupa lahan, bangunan, peralatan, mesin, dan sumber daya manusia. Aset yang dimiliki Politeknik Indramayu yang diserahkan berupa lahan seluas 106.435 m2 dengan nilai lebih dari Rp 62 miliar, dan aset lainnya senilai lebih dari Rp 31 miliar. 

Dalam hal ini tinggal satu langkah lagi, impian Kabupaten Indramayu mempunyai Perguruan Tinggi Negeri. Proses peresmian mungkin akan dilakukan tahun 2015.