Saturday, 27 September 2014

Awas! Jangan Sembarangan Mengobati Jerawat

Bahaya Sembarangan Mengobati Jerawat
Ditulis oleh:
dr. Dewi Ema Anindia
 

menghilangkan bekas jerawat
Klikdokterdotcom - Jerawat merupakan suatu kasus yang sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Kasus jerawat biasanya muncul pada usia remaja dan biasanya berangsur-angsur hilang ketika kita menginjak usia dewasa. Jerawat bisaterjadi akibat beberapa hal seperti hiperkeratinisasi, produksi minyak yang meningkat, peradangan serta produktivitas dari bakteri Propionibacterium acnes (P. Acnes).
Derajat berat ringannya  jerawat dapat kita lihat dari pemeriksaan kulit dimana derajat berat ringannya jerawat dapat kita kelompokkan menjadi :
  • Derajat Ringan terdiri atas;
    • komedo < 20,
    • pustule < 15,
    • kista < 0, dan
    • total lesi jerawat <30 lesi.
  • Derajat Sedang terdiri atas;
    • Komedo 20-100,
    • pustule 15-20,
    • kista <5, dan
    • total lesi  jerawat adalah 30-125 lesi.
  • Derajat Berat terdiri atas;
    • Komedo > 100,
    • pustule > 50,
    • kista > 5, dan
    • total lesi jerawat adalah > 125 lesi. 

"Bisa Dewek" Kisah Perjuangan Petani Pemulia Tanaman di Indramayu

Kisah Perjuangan Petani Pemulia Tanaman di Indramayu


Suatu perubahan signifikan tengah dialami para petani padi di Indramayu. Kini, mereka tidak hanya menjadi pembeli benih yang diproduksi pemerintah, tetapi juga menjadi produsen benih, hasil persilangan benih-benih padi yang dilakukannya sendiri. “Bisa Dèwèk” atau “Mampu Melakukan Sendiri”, itulah yang menjadi judul film etnografi yang diproduksi bersama dengan antropolog-antropolog muda Indonesia sebagai media untuk memperoleh pengakuan pemerintah atas ketrampilan mereka menjadi pemulia tanaman. Bagian pertama buku ini menyajikan kisah kolaborasi petani dengan para antropolog serta fenomena yang terwujud seputar kerja sama itu. Bagian kedua memaparkan hasil penelitian etnografi para antropolog dalam mengulas fenomena perubahan pengetahuan dan ketrampilan petani sebagai “pemulia tanaman” dalam berbagai dimensi. Film etnografi Bisa Dèwèk serta film kedua yang mengisahkan perjuangan petani dan hasilnya: Ngerogrog Wité, Murag Uwohè (Menggoyang-goyang Batang Pohon, Rontoklah Buahnya) melengkapi narasi para penulis buku ini.

 


“Kami menyambut gembira buku ini yang merupakan salah satu hasil penelitian Yunita Winarto sebagai Academy Professor Indonesia. Academy Professorship Indonesia merupakan program kerja sama ilmiah Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) dan Royal Netherlands Academy of Arts and Sciences (KNAW) yang memiliki tujuan utama meningkatkan daya penelitian dasar di Indonesia. Dalam penelitiannya, Yunita Winarto menerapkan pendekatan inovatif dan lintas disiplin yang berdasarkan team work. Baik dalam tulisan maupun film etnografinya kita menyaksikan interaksi dan kerja sama antara petani pemulia, ilmuwan, dan penguasa. Kita menjadi saksi usahanya dalam memahami kompleksitas kehidupan petani. 

Seharusnya, petanilah yang menjadi titik tolak untuk menyukseskan program penanaman padi jangka panjang yang berdasarkan pengetahuan lokal dan khas Indonesia.” Roger Tol, Direktur KITLV-Jakarta dan Sekretaris Program Academy Professorship Indonesia. “Buku ini merupakan gambaran konkrit peranan antropologi dalam kajian pembangunan masyarakat Indonesia. Metode partisipasi observasi yang khas antropologi dalam kajian masyarakat perdesaan, ditambah dengan etnografi visual yang mendukungnya, sangat tepat diterapkan untuk mengaji dan membangun kemandirian petani dalam meningkatkan kesejahteraan
hidupnya. Menjadi petani pemulia tanaman adalah salah satu contohnya.”

Bambang Shergi Laksmono
Guru Besar Kesejahteraan Sosial dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial-Ilmu Politik
Universitas Indonesia

Sumber  : Pojokbukudotcom



Friday, 26 September 2014

5 Tips Melindungi Wajah dari Sinar Matahari dan Polusi Ala klikdokterdotcom



5 Tips Melindungi Wajah dari Sinar Matahari dan Polusi



Klikdokterdotcom - Pada dasarnya, sinar matahari memiliki manfaat baik bagi kulit. Tapi bila berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada kulit wajah karena matahari mengandung sinar ultraviolet. Kulit berkerut, kulit memerah, bahkan kanker kulit adalah beberapa dampak buruknya. Begitu pula polusi yang kita hadapi sehari-hari. Polusi dapat menghalangi asupan oksigen yang diperlukan kulit sehingga wajah terlihat kusam.
Makanya, kulit harus diproteksi dari sinar ultraviolet dan polusi untuk mengurangi dampaknya. Ikuti beberapa langkah sederhana berikut ini jika Anda ingin kulit wajah tetap sehat.
  1. Lindungi wajah Anda dari sengatan langsung sinar matahari. Pakailah topi, kacamata atau payung bila Anda keluar rumah.
  2. Memakai tabir surya yang aman bagi kulit. Disarankan yang menggunakan bahan aloe vera karena dapat menyejukkan kulit.
  3. Banyak minum air putih agar terhindar dari dehidrasi dan mempertahankan kelembaban alami dari dalam.
  4. Minum vitamin yang mengandung antioksidan. Lebih baik lagi bila Anda rutin mengonsumsi makanan sehat antioksidan seperti wortel, bayam, sayuran hijau, alpukat, dan kacang almon.
  5. Rajin membersihkan wajah dengan produk perawatan yang mengandung activated carbon yang dapat menyerap kotoran dari polusi di kulit.
Lima langkah ini tak hanya akan melindungi wajah Anda, tapi juga merawat kulit tetap sehat dan cerah

 Sumber : Klikdokterdotcom

Perkembangan dan stimulasi anak usia 48 - 60 Bulan



Perkembangan & Stimulasi Anak Usia 48-60 Bulan

Oleh : dr. Salma Oktaria
usia 48 bulan sampa 60 bulan, Indonesia

Ketika si buah hati memasuki rentang usia 48-60 bulan, umumnya perkembangan dan stimulasi yang ada akan dangat pesat sekali. Jika asupan gizi dan nutrisi si kecil cukup, pada rentang usia ini bayi akan menunjukkan kegiatan yang menggemaskan sekaligus membanggakan hati, seperti:
    • Berdiri 1 kaki dalam 6 detik
    • Melompat-lompat dengan 1 kaki
    • Menari
    • Menggambar tanda silang
    • Menggambar lingkaran
    • Menggambar orang dengan 3 bagian tubuh
    • Mengancingkan baju atau pakaian boneka
    • Menyebut nama lengkap tanpa dibantu
    • Senang menyebut kata-kata baru
    • Senang bertanya tentang sesuatu
    • Menjawab pertanyaan dengan kata-kata yang benar
    •  Bicaranya mudah dimengerti
    • Bisa membandingkan / membedakan sesuatu dari ukuran dan bentuknya
    • Menyebut angka, menghitung jari
    • Menyebut nama-nama hari
    • Berpakaian sendiri tanpa dibantu
    • Menggosok gigi tanpa dibantu
    • Bereaksi tenang dan tidak rewel ketika ditinggal ibu.
Perkembangan Motorik atau Gerak Kasar
Stimulasi yang perlu dilanjutkan: dorong anak main bola, lari, lompat dengan 1 kaki, lompat jauh, jalan di alas papan sempit/permainan keseimbangan tubuh, berayunayun dan memanjat. (baca : Perkembangan & Stimulasi Anak Usia 36-48 bulan).
Lomba karung
Ambit karung/train sarung yang cukup lebar untuk menutup bagian bawah tubuh dan kedua kaki anak. Tunjukkan pada anak dan temantemannya cars memakai karung dan melompat-loin Pat, siapa yang paling cepat/dulu sampai garis tujuan.
Main engklek
Gambar kotak-kotak permainan engklek di lantai. Ajari anak dan teman-temannya cara bermain engklek.
Melompati tali
Pada waktu anak bermain dengan teman sebayanya, tunjuk 2 anak untuk memegang tali raffia (panjang 1 meter), atur jarak dari tanah, jangan terlalu tinggi. Tunjukkan kepada anak cara melompati tali dan bermain “katak melompat”.
Perkembangan Motorik atau Gerak Halus
Lanjutkan stimulasi: ajak anak bermain puzzle, menggambar, menghitung, memilih dan mengelompokkan, memotong dan menempel gambar. (baca : Perkembangan & Stimulasi Anak Usia 36-48 bulan).
Konsep tentang “separuh atau satu”
Bila anak sudah bisa menyusun puzzle, ajak anak membuat lingkaran dan segi empat dari kertas/karton, gunting menjadi dua bagian. Tunjukkan pada anak bagaimana menyatukan dua bagian tersebut menjadi satu bagian.
Menggambar
Ketika anak sedang menggambar, mints anak melengkapi gambar tersebut, misal: menggambar baju pada gambar orang, menggambar pohon, bunga, matahari, pagar pada gambar rumah, dan sebagainya.
Mencocokkan dan menghitung
Bila anak sudah bisa berhitung dan kenal angka, buat 1 set kartu yang ditulisi angka 1-10. Letakkan kartu itu berurutan di alas meja. Minta anak menghitung benda-benda kecil yang ada di. rumah seperti: kacang, batu kerikil, biji sawn dan fain-fain, sejumlah angka yang tertera pada kartu. Kemudian letakkan benda-benda tersebut di dekat kartu angka yang cocok.
Menggunting
Bila anak sudah bisa memakai gunting tumpul, ajari cara menggunting kedas yang sudah dilipat-lipat, membuat suatu bentuk seperti rumbai-rumbai, orang, binatang, mobil dari sebagainya.
Membandingkan besar/kecil, banyak/sedikit, berat/ringan
Ajak anak bermain menyusun 3 buah piring berbeda ukuran atau 3 gelas diisi air dengan isi tidak sama. Minta anak menyusun piring/gelas tersebut dari yang ukuran kecil/jumlah sedikit ke besar/banyak atau dari ringan ke berat. Bila anak dapat menyusun ketiga benda itu, tambah jumlahnya menjadi 4 atau lebih.
Percobaan ilmiah
Sediakan 3 gelas isi air. Pada gelas pertama tambahkan 1 sendok teh gula pasir dan bantu anak ketika mengaduk gula tersebut. Pada gelas kedua masukkan gabus dan pada gelas ketiga masukkan kelereng. Bicarakan mengenai hasilnya ketika anak melakukan “percobaan” ini.
Berkebun
Ajak anak menanam biji kacang tanah/kacang hijau di kaleng /gelas aqua bekas yang telah diisi tanah. Bantu anak menyirami tanaman tersebut setiap hari. Ajak anak memperhatikan pertumbuhannya dari hari ke hari. Bicarakan mengenai bagaimana tanaman, binatang dan anak-anak tumbuh/bertambah besar.
Perkembangan Aspek Bicara dan Bahasa
Lanjutkan stimulasi (baca : Perkembangan & Stimulasi Anak Usia 36-48 bulan):
    • Buat anak mau bertanya dan berceritera tentang apa yang dilihat & didengarnya.
    • Dorong anak sering melihat buku. Buat agar ia melihat anda membaca buku.
    • Bantu anak dalam memilih acara TV, batasi waktu menonton TV maksimal 2 jam sehari. Dampingi anak menonton TV dan jelaskan kejadian yang baik dan buruk. Ingat bahwa acara dan berita di TV dapat berpengaruh buruk pada anak.
Belajar mengingat-ingat
Masukkan sejumlah benda/mainan anak ke sebuah kantung. Minta anak memperhatikan anda ketika anda mengambil 3-4 macam benda kecil/dari kantung tersebut. Letakkan di atas meja dan minta anak menyebut nama benda/mainan satu persatu.
Kemudian, minta anak menutup matanya, dan ambil salah satu benda tadi. Tanyakan kepada anak benda apa yang hilang. Bila ia sudah menguasai permainan ini, tambahkan jumlah benda yang diletakkan di meja.
Mengenal huruf dan simbol
Tulis nama benda-benda yang ada di ruangan pada sepotong kertas kecil. Kemudian tempel kertas tersebut pada setiap benda, misainya: tulisan meja ditempel di meja, tulisan buku, bungs, bantal dan sebagainya. Minta anak menyebutkan tulisan di kertas tersebut. Ajari anak mengenali tanda-tanda di sepanjang jalan.
Mengenal angka
Bantu anak mengenali angka dan mulai berhitung. Ajak anak bermain kartu, gunakan kartu angka 2-10.
Membaca majalah
Kumpulkan majalah anak (bekas) atau bila mungkin berlangganan majalah anak. Bacakan dan ajak anak melihat majalah tersebut. Bila berlanggganan lakukan secara teratur setiap penerbitan majalah itu.
Mengenal musim
Bantu anak mengenal musim hujan dan kemarau. Bicarakan apa yang terjadi pada kedua musim itu, pengaruhnya terhadap tanaman, binatang dan alam sekitarnya.
Buku kegiatan keluarga
Ajak anak membuat buku kegiatan keluarga dengan mengumpulkan foto/gambar anggota keluarga, benda-benda dari berbagai tempat yang pernah dikunjungi anak, dan sebagainya.
Mengunjungi perpustakaan
Sesering mungkin bawa anak mengunjungi taman bacaan/perpustakaan anak-anak. Pinjam buku yang menarik perhatian anak dan bacakan untuk anak.
Melengkapi kalimat
Buat kalimat pemyataan ‘mengenai apa yang anda dan anak lakukan bersarna dan minta anak menyelesaikannya. Misalnya sehabis mengajak anak ke kebun binatang; “Kemarin kami pergi ke” atau sehabis mengajak anak makan mie bakso; “Makanan kesukaan adik adalah”
Bercerita “ketika saya masih kecil”
Anak senang mendengar cerita tentang masa kecil orangtuanya dan senang bercerita tentang “masa kecil anak”. Ceritakan kepada anak masa kecil anda dan selanjutnya minta anak menceritakan masa keciinya.
Membantu pekerjaan di dapur
Katakan pada anak bahwa anda mengangkatnya sebagai “asisten” anda. Minta anak membantu memotong sayuran. menyiapkan dan mernbersihkan meja makan, dan lain-lain. Buat agar anak mau menjelaskan apa yang sedang dilakukannya. Katakan betapa menyenangkan dapat membantu sesama dan mengerjakan sesuatu dengan baik.
Perkembangan Aspek Sosialisasi dan Kemandirian
Lanjutkan stimulasi (baca : Perkembangan & Stimulasi Anak Usia 36-48 bulan):
    • Berikan tugas rutin pada anak dalam kegiatan di rumah, ajak anak membantu anda di dapur dan makan bersama keluarga
    • Buat agar anak bermain dengan teman sebayanya.
    • Ajak anak berbicara tentang spa yang dirasakan anak.
    • Bersama-sama anak buatlah rencana jalan-jalan sesering mungkin.
Membentuk kemandirian
Beri kesempatan pada anak untuk mengunjungi tetangga dekat, teman atau saudara tanpa ditemani anda. Selanjutnya minta anak bercerita tentang kunjungannya itu.
Membuat “album” keluarga
Bantu anak membuat album keluarga yang ditempeli dengan foto-foto anggota keluarga. Tulis nama setiap orang di bawah fotonya.
Membuat “boneka”
Tunjukkan cara membuat “boneka” dari kertas. Gambar bagian muka dengan spidol. Agar dapat berdiri tegak, pasang lidi sebagai “rangka/badan” boneka. Atau buat “boneka” dari kaos kaki bekas. Gambar-mata, hidung dan mulut. Gerakkan jari-jari tangan anda seolah-olah boneka itu dapat berbicara. Buat agar anak mau bermain dengan temannya selain bermain sendiri.
Menggambar orang.
Tunjukkan pada anak cara menggambar orang pada selembar kertas. Jelaskan ketika anda menggambar mata, hidung, bibir dan baju.
Mengikuti aturan permainan/petunjuk.
Ajak anak bermain sekaligus belajar mengikuti aturan/petunjuk permainan. Pada awal permainan, beri perintah kepada anak, misalnya “berjalan 3 langkah besar ke depan atau berjalan mundur 5 langkah jinjit”. Setiap kali akan menjalankan perintah itu, minta anak mengatakan: “Bolehkah saya memulainya?”
Setelah anak bisa memainkan permainan ini, bergantian anak yang memberikan perintah dan anda yang mengatakan: “Bolehkah saya memulainya?”
Bermain kreatif dengan teman-temannya.
Undang ke rumah 2-3 anak yang sebaya. Ajari anak-anak permainan dengan bernyanyi, membuat boneka dari kertas/kaos kaki bekas dan kemudian memainkannya. Minta anak mau menirukan tingkah laku binatang seperti yang dilihatnya di kebun binatang.
Bermain “berjualan dan berbelanja di toko”.
Kumpulkan benda-benda yang ada di rumah seperti sepatu, sendal, buku, mainan, majalah, dan sebagainya untuk bermain “belanja di toko”. Tulis harga setiap benda pada secarik kertas kecil. Buat “uang kertas” dari potongan kertas dan “uang logam” dari kancing/tutup botol. Kemudian minta anak berperan sebagai pemilik toko, anda dan anak yang lain pura-pura membeli benda-benda itu dengan “uang kertas” dan “uang logam”. Selanjutnya secara bergantian anak-anak menjadi pembeli dan pemilik toko.

Bottom of Form

Takut Kena Penyakit Jantung dan Kanker? Cegah Dengan Rajin Donor Darah

Cegah Penyakit Jantung dan Kanker dengan Donor Darah Rutin

Mencegah Penyakit dengan donor darah
Foto Oleh Haurgeulis Donor Darah


TRIBUNNEWSdotcom - Selain berguna bagi orang lain, donor darah juga memiliki banyak manfaat bagi si pendonor. Berikut adalah tigamanfaat kesehatan donor darah.

1. Mencegah penyakit jantungPenyebab utama penyakit jantung adalah kekentalan darah yang tidak teratur. Hal ini disebabkan oleh banyaknya kandungan zat besi di dalam darah yang memicu kerusakan oksidatif dan kerusakan pada pembuluh darah serta arteri. Akibatnya, seseorang akan lebih rentan terkena serangan jantung dan penyakit jantung lainnya. 
Dengan mendonorkan darah, secara tak langsung kita akan menurunkan risiko serangan jantung dan stroke, sebab tingkat oksidatif zat besi dalam darah dihilangkan dari tubuh secara teratur. Selain itu, mendonorkan darah secara rutin juga bisa menjamin kualitas darah dalam tubuh.  

2. Membakar kaloriSatu kali donor darah bisa membantu kita membakar sekitar 650 kalori. Inilah yang menyebabkan, mengapa donor darah sangat baik dalam mengontrol berat badan. Namun, jangan jadikan ini sebagai cara instan menurunkan berat badan. Harus diingat, untuk bisa mendonorkan darah kita juga harus memiliki berat badan yang seimbang, hemoglobin dan kandungan zat besi yang sehat.   

3. Mengurangi risiko kankerMendonorkan darah bisa mengurangi risiko kanker. Kanker sendiri telah lama dikaitkan dengan kadar zat besi yang tinggi dalam tubuh. Saat mendonorkan darah, kandungan zat besi yang berlebihan akan dikeluarkan dari tubuh dan mengurangi tekanan oksidatif pada tubuh. Adapun manfaat kesehatan donor darah lainnya, yakni mencegah kanker lever, usus besar, paru-paru, dan tenggorokan. (Magforwomen)

Sumber : Tribunnews

Bahaya Sinar Matahari Pada Kulit

Bahaya Sinar Matahari Menurut Klikdokterdotcom

 
 KLIKDOKTERdotcom -- Kita sering mendengar perkataan kerusakan kulit akibat sinar matahari, sebenarnya itu terjadi karena kulit melindungi tubuh dari sinar matahari. Sinar matahari merupakan sumber radiasi ultravioletyang bisa merusak sel-sel tubuh. Pemaparan berlebihan dalam waktu singkat menyebabkan luka bakar karena matahari. Pemaparan jangka panjang menyebabkan penebalan lapisan kulit paling atas dan peningkatan pembentukan pigmen oleh sel-sel penghasil pigmen. Pigmen (melanin) merupakan zat pelindung alami yang menyerap energi dari sinar ultraviolet dan mencegah masuknya sinar ke jaringan yang lebih dalam. 
 
Sinar ultraviolet, meskipun tidak dapat dilihat oleh mata manusia, merupakan bagian dari sinar matahari yang sangat berpengaruh pada kulit. Sinar UV dikelompokkan ke dalam 3 jenis, ultraviolet A (UVA), ultraviolet B (UVB), dan ultraviolet C (UVC), tergantung pada panjang gelombang.
Sinar UV dalam jumlah kecil bermanfaat karena membantu tubuh menghasilkan Vitamin D. Meskipun begitu, sinar UV dalam jumlah bersar merusak asam deoxyribonucleid (DNA-bahan genetik tubuh) dan merubah jumlah dan jenis kimia yang membuat sel kulit. Perubahan ini bertanggungjawab untuk mempengaruhi kerusakan pada sinar UV, termasuk pembakaran, penuaan kulit premature, berkerut, dan kanker kulit. Meskipun UVA menembus ke dalam kulit, UVB bertanggung jawab lebih untuk memperngaruhi kerusakan sinar UV.
Kepekaan kulit terhadap sinar matahari bervariasi, tergantung kepada ras/bangsa seseorang, dan keadaan kulit secara keseluruhan. Orang berkulit gelap memiliki lebih banyak melanin sehingga lebih tahan terhadap efek matahari yang berbaya (termasuk luka bakar karena matahari, penuan kulit dini, dan kanker kulit). Orang kulit putih tidak memiliki melanin di dalam kulitnya dan bisa mengalami luka bakar yang sering meskipun hanya mengalami sedikit pemaparan sinar matahari. Jika tidak memakai pelindung, bisa terkena kanker kulit.

Efek Jangka Panjang dari Sinar Matahari
Paparan sinar matahari selama bertahun-tahun menyebabkan penuan kulit, tetapi yang paling merusak adalah pemaparan sebelum usia 18 tahun. Kerusakan pada lapisan kulit yang lebih dalam menyebabkan keriput dan perubahan warna menjadi kuning. Sinar matahari juga menyebabkan penipisan kulit dan bisa merangsang pertumbuhan prekanker. Terlalu lama berada dibawah sinar matahari langsung bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit.

Untuk meminimalisir kerusakan dari paparan sinar matahari adalah menghindari atau mengurangi terkena sinar matahari langsung dalam jangka waktu lama. Kerusakan yang telah terjadi sulit untuk dikembalikan. kepekaan yang berlebihan terhadap sinar matahari harus diatasi dengan menggunakan pakaian pelindung, guna menghindari paparan sinar matahari langsung serta ditambah penggunaan tabir surya secara tepat, dengan demikian akan membantu mengurangi kulit terpapar langsung sinar matahari.